Sidang Umum Perki se-Eropa ke 30

Hamburg, 4 –5 Juli 2008




“ Persatuan dalam perbedaan “




Notulen Sidang


Ketua : Bapak Djoko S. Paisan

Sekretaris 1 : Ibu Daisy Steindorf-Sabath

Sekretaris 2 : Ibu Luniarty Koreuber



Sidang dimulai pada jam 11:15.



Yang hadir : Daftar hadir terlampir.


Sebelum pimpinan sidang dipilih, telah disetujui bersama oleh peserta sidang dibawah pimpinan Stanley Pesik sebagai Ketua Perki Eropa, bahwa sidang ini resmi, dan hasil dari sidang ini merupakan dasar pekerjaan BPPE selanjutnya walaupun sebagian dari Perki Jajaran tidak hadir. Tapi undangan sudah diedarkan ke 46 Perki Jajaran Kota dan yang tidak hadir, tidak memberi jawaban/pembeitahuan alasan ketidak hadiran mereka secara resmi.

Seksi I

Pimpinan sidang menanyakan kepada peserta « Apakah perlu BPPE diteruskan ? »


1. Pdt. Renynald Daluas

Perki Eropa perlu diteruskan, karena thn depan akan ada pemilihan Presiden, dan partai2 politik sering mengadakan kerja sama dng LN. Dan ada juga partai2 Kristen. Terutama mengenai bea siswa pendidikan,dll krn di Ind sekolah Kristen/Yayasan Kristen tinggal sedikit, dan perlu dibantu.

2. Ibu Fransiska (Perki Köln)

Perki Eropa perlu diteruskan, dan bagi Perki2 Jajaran lainnya yg tidak hadir saat ini tidak merupakan masalah karena kebutuhan² yang diambil didasarkan pada PERKI yang hadir.

3. Ibu Anita Pantauw (Perki Matthäus)

Perki Eropa perlu diteruskan, dan lihatlah kedepan yang lalu biarlah berlalu dan marilah kita memperbaiki hal2 yang tidak benar menjadi benar.

4. Bpk Joko Prasetyo (Perki Nürnberg)

Kaget dng pertanyaan, dan slama 5 thn mengenal Perki Eropa memang ada beberapa yang tidak relevan. Prinsipnya perlu Perki Eropa tapi perlu beberapa yang diperbaiki.

5. Bpk Jannes Hutapea (Perki Bochum)

Pertanyaan yg sangat mendasar. Kita harus percaya bahwa Perki ini bersatu dalam Tuhan dan tantangan yg ada harus kita hadapi dengan ulet. Jadi kita yg hdr saat ini, Perki Eropa hrs kita pertahankan. Kita hrs maju jangan melihat yg kemarin/dulu2.Soal partai2 politik jangnlah Perki ini mengikuti arah Partai2 ini.

6. Bpk. Yadi Rayendra (Perki Bremen)

BPPE perlu, untuk menjadi sarana bagi kita orang-orang Indonesia di Eropa. BPPE perlu membuat kaderisasi, program2 mis Konzert Musik agar pemuda/anak-anak kita bisa juga dilibatkan.

7. Bpk. Hutabarat (Perki KKI e.V. Hamburg)

Waktu saya melihat pertemuan di Plön, Perki Eropa ini sangat menarik. Setelah saya mendengar berbagai masalah yang ada, Perki Eropa ini hrs dikoreksi.


Kesimpulan

Pertanyaan yang dilontarkan ternyata dijawab dari peserta, bahwa BPPE itu sangat diperlukan, dan disahkan oleh pimpinan sidang.



Pertanyaan ke 2 Soal kepengurusan BPPE mengenai 2 thn atau 4 thn.


1. Bpk. Tobat
Soal program dipending.

2. Bpk. Beni Surbakti
2 thn lebih baik, karena lebih banyak yang akan hadir dalam pertemuan jika 2 thn saja.

3. Ibu Julia Sondakh
2 thn lebih baik dan kembali ke program2 yg telah diadakan pada pendahulu2. 2 thn sekali diadakan pertemuan dan 2 thn sekali diadakan pemilihan

4. Perki NRW
4 thn, dan 2 thn sekali diadakan pertemuan bsr krn 2 thn telalu singkat.

5. Bpk Hutapea
Masalah yg sama yg udah dibicarakan pd 2 pertemuan yg lalu. Dan di Meschelen juga sdh dibicarakan 4thn.Dan tiap kali dibicarakan hal yg sama.

6. Ibu Fransiska
4 thn mengingat jangkauan BPPE luas.

7. Bpk. Tito
2 atau 4 thn, jika 4 thn memang bisa kita adakan program2. Soal kuorom sampai kapanpun kourum tdk terlaksana.

8. Bpk. Hutapea
Soal organisasi, kourum harus ada.

9. Bpk. Patri Tarigan
Soal kourum sebenarnya jika Perki jajaran yg tdk dtg memberikan surat/rekomendasi.
Soal 2 thn : dasarnya org2 yang dikirm dari Indonesia seringnya hanya 2 thn jadi mereka inilah yg mengurus Perki Eropa ini dulu.
Soal 4 thn : jika BPPE mengatakan bhw program mereka tdk bias diselesaikan dan diadakan perpanjangan 4 thn.

10. Bpk. Tobat Saragi
2 atau 4 thn, apakah program yang akan dijalankan?Pimpinan sidang : utk mempersingkat jadi pendapat2 peserta sidang sepertinya seimbang, jadinya diadakan voting.


21 Peserta yang berhak memberikan suara.

2 thn 13 peserta.
4 thn 6 Peserta
Tidak memberikan suara 2 Peserta

Jadi keputusan bersama, sesuai dengan pengambilan suara bahwa BPPE berlaku masa kepemimpinan 2 thn.

Seksi II

Dibacakan Tata Laksana dan Tata Dasar

Kemudian ada beberapa point yang tidak sesuai lagi atau bahasanya tidak sesuai dengan keadaan sekarang maka sebaiknya dibentuk kelompok kerja untuk membahas kembali Tata Dasar dan Tata Laksana ini.

Keputusan sidang ini menyetujui Tata Laksana dan Tata Dasar yang dibacakan (terlampir) sebagai dasar kerja BPPE selama 2 tahun ini sampai tahun 2010.

Stanley menanyakan: Siapa yang akan meninjau TD/TL ? Apakah BPPE atau sebuah Pokja?

Jawaban Bpk. Hutapea: Dibentuk Pokja, dimana anggota Pokja bisa anggota BPPE.

Tata dasar jelas

Tata penjelasan tata dasar Pasal 7 b dan Pasal 8.3
Tata laksana Pasal 2 No. 3.b

Pasal 2 No. 4 –3 - C
Pasal 2 No. 4 –b menyangkut pasal 3 - 2

Peninjau ditetapkan oleh BPPE, seharusnya oleh PERKI setempat.

Pertanyaan: Anggaran Dasar Pasal 7 point 2. Ttg Kelompok Masyarakat Umat Kristen.


Usulan Program Kerja:

Jaringan yang luas antara PERKI Eropa & Perki Jajaran dan saudara² di Indonesia

Mailing list.
Homepage PERKI se-Eropa: www.perki-eropa.com. Homepage www.perki.info sudah tidak berlaku lagi.

Diusulkan Oleh Bpk. Djoko Paisan : BPPE mungkin bisa menyediakan buku lagu yang berisi lagu2 rohani, lagu2 daerah, lagu nasional agar setiap pertemuan tidak perlu lagi di foto kopi lagi. Dan ini bisa dijual ke Perki Jajaran Kota.

Youth Summer Camp. Tahun 2009.

Usulan: Pengumpulan Data Potensi Komunitas Kristen à PERKI Jajaran diminta untuk mendata anggota/jemaat nya kemudian dikirimkan kepada PERKI Eropa.

Pembentukan Badan Hukum.

Sidang Umum Perki se-Eropa ke 30 ini ditutup pada jam 19:30. Doa penutup dibawakan oleh Bapak Djoko Prasetyo Adi Wibowo dari Perki Nürnberg.


Hamburg, 5 Juli 2008

Pemimpin Sidang





Djoko S. Paisan

Ketua





Daisy Steindorf-Sabath                       Luniarty Koreuber



Sekretaris 1                                          Sekretaris 2